Demak - Sikap sempurna dan memberi hormat kepada bendera merah putih adalah wujud syukur atas anugerah Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan kemerdekaan pada Bangsa Indonesia dan rasa cinta tanah air serta mengingat kembali untuk menghormati jasa-jasa para pahlawa kusuma bangsa yang telah berjuang memperebutkan kemerdekaan Indonesia, tanpa pamrih, mengorbankan jiwa raga bahkan hartanya demi kemerdekaan Indonesia.
Di tengah tantangan zaman yang terus berubah, semangat nasionalisme kembali digaungkan untuk membangkitkan rasa bangga sebagai bangsa Indonesia.
Kegiatan pengibaran bendera tidak hanya dilakukan secara seremonial, tetapi juga diiringi dengan aksi gotong royong, pementasan budaya lokal, hingga refleksi sejarah perjuangan para pahlawan. Dari kota besar hingga pelosok desa, warna merah putih berkibar dengan gagah di langit Indonesia, seolah meneriakkan pesan: “Kami masih ada, kami masih kuat, dan kami tidak akan menyerah!”

Presiden RI Prabowo Subianto dalam pidatonya mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk tidak melupakan akar sejarah, serta menjadikan semangat kemerdekaan sebagai pijakan untuk membangun masa depan yang lebih baik.
“Merah adalah keberanian, putih adalah kesucian niat. Mari kita jaga Indonesia dengan semangat yang tidak pernah padam, ” tegas Presiden RI.
Melalui momentum ini, pemerintah bersama rakyat terus memperkuat solidaritas nasional. Di tengah perbedaan, merah putih menyatukan. Di tengah krisis, merah putih menguatkan. Dan di tengah era global, merah putih tetap menjadi identitas bangsa.
Red:Agung

Updates.